Senin, 09 Mei 2016

Dua Sisi Hal yang Berbeda dari Sebuah "Televisi"

           Pada zaman modern saat ini, terdapat banyak sekali media teknologi yang telah berkembang pesat. Dimana media teknologi tersebut dapat membantu meringankan segala beban dan aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Media teknologi mampu mengubah sebuah lingkungan yang awalnya bersifat lokal dan nasional menjadi sebuah lingkungan yang bersifat internasional dan global.
Perkembangan media teknologi yang begitu pesat pada zaman modern saat ini telah mampu membawa manusia ke dalam dua sisi hal yang berbeda, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Televisi merupakan salah satu media teknologi yang begitu populer di kalangan masyarakat luas. Sisi positif dari tayangan televisi adalah dapat menjadi sebuah media informasi yang mampu meningkatkan keragaman budaya. Namun tayangan televisi tersebut juga membawa sisi negatif bagi orang-orang yang mengkonsumsinya. Salah satunya adalah dapat menyebabkan erosi akhlak dan moral bagi orang-orang yang tidak mampu mengendalikan dirinya terhadap pengaruh negatif yang diperolehnya dari melihat tayangan televisi, karena tidak semua stasiun televisi menayangkan hal-hal yang baik. Lantas bagaimana dengan para calon generasi muda penerus bangsa yang dalam kesehariannya banyak menghabiskan waktunya untuk melihat tayangan-tayangan di televisi?

Semua tergantung pada apa yang dikonsumsi oleh anak-anak. Ketika anak-anak mengkonsumsi tayangan yang positif, mereka akan cenderung berperilaku positif. Namun ketika anak-anak mengkonsumsi tayangan yang negatif, mereka pun juga cenderung akan mengikuti[1]. Orang tua yang cenderung kurang memperhatikan putra-putrinya, mereka memiliki anggapan bahwa tayangan televisi tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap perkembangan buah hatinya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak muda yang cenderung menghabiskan sebagian waktunya di depan televisi, kemungkinan mereka mentransfer apa yang mereka peroleh dari melihat tayangan di televisi ke kehidupan yang nyata jauh lebih besar dibandingkan dengan anak-anak muda yang menghabiskan sebagian waktunya untuk bermain dan belajar[2]. Sebuah penelitian yang lain menunjukkan bahwa melihat tayangan televisi tidak berpengaruh terhadap kehidupan seseorang[3]. Mengenai pengaruh tayangan televisi terhadap perilaku dalam kehidupan seseorang sampai saat ini masih kontroversial.


[1] L. Dion Praditya dkk, Pengaruh Adegan Kekerasan yang Nyata terhadap Agresivitas, 1999 No. 1 51-63.
[2] Barbara J. Wilson, Media and Children’s Aggression, Fear, and Altruism, Vol. 18/No. 1/Spring 2008.
[3] Bonar Hutapea, Studi Korelasi Intensitas Menonton Tayangan yang Mengandung Kekerasan di Televisi dengan Perilaku Agresif pada Anak, Jurnal Ikon Vol. III/No. 2/Agustus 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar