Pada zaman modern saat ini, terdapat banyak sekali media teknologi
yang telah berkembang pesat. Dimana media teknologi tersebut dapat membantu meringankan
segala beban dan aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan
sehari-hari. Media teknologi mampu mengubah sebuah lingkungan yang awalnya
bersifat lokal dan nasional menjadi sebuah lingkungan yang bersifat
internasional dan global.
Perkembangan media teknologi yang begitu pesat pada zaman modern
saat ini telah mampu membawa manusia ke dalam dua sisi hal yang berbeda, yaitu
sisi positif dan sisi negatif. Televisi merupakan salah satu media teknologi
yang begitu populer di kalangan masyarakat luas. Sisi positif dari tayangan
televisi adalah dapat menjadi sebuah media informasi yang mampu meningkatkan
keragaman budaya. Namun tayangan televisi tersebut juga membawa sisi negatif bagi
orang-orang yang mengkonsumsinya. Salah satunya adalah dapat menyebabkan erosi
akhlak dan moral bagi orang-orang yang tidak mampu mengendalikan dirinya
terhadap pengaruh negatif yang diperolehnya dari melihat tayangan televisi,
karena tidak semua stasiun televisi menayangkan hal-hal yang baik. Lantas
bagaimana dengan para calon generasi muda penerus bangsa yang dalam kesehariannya
banyak menghabiskan waktunya untuk melihat tayangan-tayangan di televisi?
Semua
tergantung pada apa yang dikonsumsi oleh anak-anak. Ketika anak-anak
mengkonsumsi tayangan yang positif, mereka akan cenderung berperilaku positif.
Namun ketika anak-anak mengkonsumsi tayangan yang negatif, mereka pun juga cenderung
akan mengikuti[1].
Orang tua yang cenderung kurang memperhatikan putra-putrinya, mereka memiliki
anggapan bahwa tayangan televisi tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap
perkembangan buah hatinya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak muda
yang cenderung menghabiskan sebagian waktunya di depan televisi, kemungkinan
mereka mentransfer apa yang mereka peroleh dari melihat tayangan di televisi ke
kehidupan yang nyata jauh lebih besar dibandingkan dengan anak-anak muda yang
menghabiskan sebagian waktunya untuk bermain dan belajar[2]. Sebuah
penelitian yang lain menunjukkan bahwa melihat tayangan televisi tidak
berpengaruh terhadap kehidupan seseorang[3].
Mengenai pengaruh tayangan televisi terhadap perilaku dalam kehidupan seseorang
sampai saat ini masih kontroversial.
[1] L. Dion
Praditya dkk, Pengaruh Adegan Kekerasan yang Nyata terhadap Agresivitas,
1999 No. 1 51-63.
[2] Barbara J.
Wilson, Media and Children’s Aggression, Fear, and Altruism, Vol. 18/No.
1/Spring 2008.
[3] Bonar Hutapea, Studi
Korelasi Intensitas Menonton Tayangan yang Mengandung Kekerasan di Televisi
dengan Perilaku Agresif pada Anak, Jurnal Ikon Vol. III/No. 2/Agustus 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar