Senin, 09 Mei 2016

"BATAS"

Ketika membaca sebuah novel yang berjudul “BATAS” karangan Akmal Nasery Basral ini, saya seolah menemukan oase yang baru. Tidak hanya dalam berbentuk tulisan, namun novel ini juga telah ditayangkan ke dalam sebuah film yang banyak menarik perhatian khalayak. Film ini mengisahkan tentang Jaleshwari (yang diperankan oleh Marcella Zalianty), seorang wanita yang memiliki keinginan yang kuat berhubungan dengan ditugaskannya ia untuk pergi ke sebuah pedalaman perbatasan Malaysia dengan Kalimantan Barat untuk memperbaiki kinerja program CSR (Corporate Social Responsibility). CSR (Corporate Social Responsibility) ini adalah sebuah perusahaan tempat ia bekerja. Ya.. Jaleshwari bekerja dalam sebuah bidang Pendidikan. Selama menjalankan tugasnya, Jaleswari menetap di rumah Borneo (salah satu anak di suku Dayak). Ketika Jaleshwari sudah berada di pedalaman perbatasan Malaysia dengan Kalimantan Barat tersebut, ia menemukan sebuah kenyataan bahwa apa yang ia inginkan tidak sesuai dengan apa yang ia dapatkan disana. Masyarakat disana memiliki kehidupan sosialnya sendiri, mereka menjalani kehidupan dengan wawasan kebudayaan yang telah mereka junjung tinggi.
Masalah muncul ketika Jaleshwari menjalankan sebuah program kegiatan belajar melalui sekolah sederhana.. Respon masyarakat terbilang rendah, masyarakat lebih cenderung memilih untuk membiarkan anak-anaknya bekerja di ladang atau bekerja menjadi TKI di negara tetangga yang jelas-jelas akan menghasilkan uang dari pada anak-anaknya mengenyam pendidikan. Keadaan disana sangat memprihatinkan.. Para guru yang pernah di kontrak untuk mengajar disana lebih memilih untuk mundur dan tidak pernah bertahan lama. Ada seorang guru yang mampu bertahan untuk mengajar dan memberikan pendidikan disana, yaitu Adeus. Adeus adalah pemuda asli kelahiran daerah tersebut. Namun ternyata secara tiba-tiba ia memutuskan untuk berhenti mengajar dan memberikan pendidikan untuk anak-anak disana. Hal tersebut disebabkan karena ia telah termakan oleh pengaruh seorang penjual jasa tenaga kerja yang menginginkan agar masyarakat disana tetap dalam kebodohan. Karena dengan begitu, masyarakat disana akan terus memiliki keinginan untuk mencapai kehidupan yang jauh lebih baik dan pada akhirnya tergoda untuk pergi ke negara tetangga untuk menjadi TKI. Tidak hanya itu.. Ketika mengetahui bahwa sistem pendidikan yang ada dalam kinerja program Jaleshwari tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, Adeus semakin merasa bahwa keputusannya untuk berhenti sudah tepat. Namun Jaleshwari tidak berhenti untuk terus membangkitkan semangat Adeus.. Hingga pada akhirnya semangat Adeus kembali bangkit untuk mengajar dan memberikan pendidikan disana. Walaupun dalam perjuangan dan usahanya, Jaleshwari dan Adeus mengalami banyak ancaman dan teror dari seorang penjual jasa tenaga kerja yang menginginkan agar masyarakat disana tetap dalam kebodohan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar