"BATAS"
Ketika membaca
sebuah novel yang berjudul “BATAS” karangan Akmal Nasery Basral ini,
saya seolah menemukan oase yang baru. Tidak hanya dalam berbentuk tulisan,
namun novel ini juga telah ditayangkan ke dalam sebuah film yang banyak menarik
perhatian khalayak. Film ini mengisahkan tentang Jaleshwari (yang diperankan
oleh Marcella Zalianty), seorang wanita yang memiliki keinginan yang kuat
berhubungan dengan ditugaskannya ia untuk pergi ke sebuah pedalaman perbatasan
Malaysia dengan Kalimantan Barat untuk memperbaiki kinerja program CSR
(Corporate Social Responsibility). CSR (Corporate Social Responsibility) ini
adalah sebuah perusahaan tempat ia bekerja. Ya.. Jaleshwari bekerja dalam
sebuah bidang Pendidikan. Selama menjalankan tugasnya, Jaleswari menetap di
rumah Borneo (salah satu anak di suku Dayak). Ketika Jaleshwari sudah berada di
pedalaman perbatasan Malaysia dengan Kalimantan Barat tersebut, ia menemukan
sebuah kenyataan bahwa apa yang ia inginkan tidak sesuai dengan apa yang ia
dapatkan disana. Masyarakat disana memiliki kehidupan sosialnya sendiri, mereka
menjalani kehidupan dengan wawasan kebudayaan yang telah mereka junjung tinggi.
Masalah muncul ketika Jaleshwari menjalankan sebuah program
kegiatan belajar melalui sekolah sederhana.. Respon masyarakat terbilang rendah,
masyarakat lebih cenderung memilih untuk membiarkan anak-anaknya bekerja di
ladang atau bekerja menjadi TKI di negara tetangga yang jelas-jelas akan
menghasilkan uang dari pada anak-anaknya mengenyam pendidikan. Keadaan disana
sangat memprihatinkan.. Para guru yang pernah di kontrak untuk mengajar disana
lebih memilih untuk mundur dan tidak pernah bertahan lama. Ada seorang guru
yang mampu bertahan untuk mengajar dan memberikan pendidikan disana, yaitu
Adeus. Adeus adalah pemuda asli kelahiran daerah tersebut. Namun ternyata
secara tiba-tiba ia memutuskan untuk berhenti mengajar dan memberikan pendidikan
untuk anak-anak disana. Hal tersebut disebabkan karena ia telah termakan oleh
pengaruh seorang penjual jasa tenaga kerja yang menginginkan agar masyarakat
disana tetap dalam kebodohan. Karena dengan begitu, masyarakat disana akan
terus memiliki keinginan untuk mencapai kehidupan yang jauh lebih baik dan pada
akhirnya tergoda untuk pergi ke negara tetangga untuk menjadi TKI. Tidak hanya
itu.. Ketika mengetahui bahwa sistem pendidikan yang ada dalam kinerja program
Jaleshwari tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, Adeus semakin merasa bahwa
keputusannya untuk berhenti sudah tepat. Namun Jaleshwari tidak berhenti untuk
terus membangkitkan semangat Adeus.. Hingga pada akhirnya semangat Adeus
kembali bangkit untuk mengajar dan memberikan pendidikan disana. Walaupun dalam
perjuangan dan usahanya, Jaleshwari dan Adeus mengalami banyak ancaman dan
teror dari seorang penjual jasa tenaga kerja yang menginginkan agar masyarakat
disana tetap dalam kebodohan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar