Jumat, 10 April 2015

Laskar Darah


     Disini saya mengenal kalian semua.. Para generasi muda yang hatinya senantiasa tergerak untuk memiliki rasa kepedulian dan berbagi yang tinggi terhadap sesama makhluk-Nya di muka bumi ini. Disini saya mengenal kalian.. Anak-anak sholeh dan sholehah yang hebat dan sangat luar biasa. Dan disini saya mengenal kalian.. Para orang tua yang senantiasa menampakkan wajah ketegarannya dalam menghadapi ujian dari-Nya..

Jumat, 03 April 2015

Lirik Nasyid

DO'A QALBU

Munsyid : Fika


Di malam penuh bintang, diatas sajadah yang ku bentang.
Sedu sedan sendiri, mengadu pada Yang Maha Kuasa.
Betapa na'if diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu.
Urat nadi pun tahu aku hampa..

Di malam penuh bintang, dibawah sinar bulan purnama.
Ku pasrahkan semua, keluh dan kesah yang aku rasa.
Sesak dadaku, menangis pilu, saat ku urai dosa-dosaku.
Dihadapan-Mu ku tiada artinya..

Do'a qalbu tak bisa aku bendung.
Deras bak hujan di gunung Sahara.
Hatiku yang gersang, terasa.. Oh tenteram..

Hanya Engkau yang tahu siapa aku.
Tetapkanlah seperti malam ini.
Sucikan diriku, selama-lamanya..

Di malam penuh bintang, diatas sajadah yang ku bentang.
Sedu sedan sendiri, mengadu pada Yang Maha Kuasa.
Betapa na'if diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu.
Urat nadi pun tahu aku hampa..

Do'a qalbu tak bisa aku bendung.
Deras bak hujan di gunung Sahara.
Hatiku yang gersang, terasa.. Oh tenteram..

Hanya Engkau yang tahu siapa aku.
Tetapkanlah seperti malam ini.
Sucikan diriku, selama-lamanya..

Do'a qalbu..


 ISTIKHARAH CINTA

Munsyid : Sigma


Bersaksi cinta diatas cinta.
Dalam alunan tasbihku ini.
Menerka hati yang tersembunyi.
Berteman di malam sunyi penuh do'a..

Sebut nama-Mu terukir merdu.
Tertulis dalam sajadah cinta.
Tetapkan pilihan sebagai teman.
Kekal abadi hingga akhir zaman..

Istikharah cinta memanggilku.
Memohon petunjuk-Mu.
Satu nama teman setia.
Naluriku berkata..

Di penantian luahan rasa.
Teguh satu pilihan.
Pemenuh separuh nafasku.
Dalam mahabbah rindu..

Bersaksi cinta diatas cinta.
Dalam alunan tasbihku ini.
Menerka hati yang tersembunyi.
Berteman di malam sunyi penuh do'a..

Sebut nama-Mu terukir merdu.
Tertulis dalam sajadah cinta.
Tetapkan pilihan sebagai teman.
Kekal abadi hingga akhir zaman..

Istikharah cinta memanggilku.
Memohon petunjuk-Mu.
Satu nama teman setia.
Naluriku berkata..

Di penantian luahan rasa.
Teguh satu pilihan.
Pemenuh separuh nafasku.
Dalam mahabbah rindu..

Di istikharah cinta..


 NANTIKANKU DIBATAS WAKTU

Munsyid : Edcoustic


Di kedalaman hatiku, tersembunyi harapan yang suci.
Tak perlu engkau menyaksikan.
Lewat kesholihanmu yang terukir menghiasi dirimu.
Tak perlu dengan kata-kata..

Sungguh walau ku keluh, tuk mengungkapkan perasaanku.
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan.
Kalau memang kau pilihkan aku.
Tunggu sampai aku datang nanti.
Ku bawa kau pergi ke surga abadi..

Kini belumlah saatnya, aku membalas cintamu.
Nantikanku dibatas waktu..

Lewat kesholihanmu yang terukir menghiasi dirimu.
Tak perlu dengan kata-kata..

Sungguh walau ku keluh, tuk mengungkapkan perasaanku.
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan.
Kalau memang kau pilihkan aku.
Tunggu sampai aku datang nanti.
Ku bawa kau pergi ke surga abadi..

Kini belumlah saatnya, aku membalas cintamu.
Nantikanku dibatas waktu..

Nantikanku dibatas waktu..

Senin, 30 Maret 2015

Seuntai Do'a untuk Insan yang Insya Allah di Rindu Surga

Demi ketaatanku kepada-Mu, dan demi kemuliaan yang telah Kau janjikan dalam segala firman-Mu, kuikhlaskan hati ini sepenuhnya hanya berlabuh kepada muara kasih dan ridho-Mu..
Ya Allah..
Langit malam ini yang dihiasi oleh sejuta lentera sinar cahaya ketenangan dan kedamaian..
Lihatlah..
Di ujung belahan bumi yang Kau cipta dengan segala keindahan yang datang dari-Mu, seorang insan mulia sedang berjalan tertatih menuju mahligai keridhoan-Mu serta menuju luasnya lautan mahabbah dari-Mu..
Hamparan sajadah yang ia bentangkan adalah teman sejati yang senantiasa menemaninya dalam setiap bait do'a dan beribu untaian dzikir yang ia lantunkan dalam kenikmatannya beribadah kepada-Mu..
Ya Rabb..
Tuntunlah hatinya agar ia senantiasa haus akan kedekatan kepada-Mu..
Bimbinglah akhlaknya agar ia mampu menjadi seorang insan yang insya Allah di rindu surga..



Sekilas Mengenai Peristiwa Isra' Mi'raj dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

Peristiwa Isra' Mi'raj


          Isra' adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW di waktu malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) sampai Masjidil Aqsa (Palestina). Kebanyakan ulama berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi bertepatan dengan malam 27 Rajab (1 tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW).

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Isra’ : 1)

          Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa (Palestina) sampai ke Sidratul Muntaha (pohon Bidara tempat berkesudahan). Tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia, tempat ini adalah tempat diputuskannya segala urusan. Mi'raj merupakan kelanjutan dari Isra', yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam.

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratul Muntaha”. (QS. An-Najm : 13-14)

Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW terjadi pada tahun ke 12 dari ke-Rasul-an beliau (1 tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW). Lebih tepatnya pada tahun 622 M. Peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat berharga bagi umat Islam, karena dengan adanya Isra' Mi'raj inilah sholat 5 waktu diwajibkan bagi umat Islam.


Hikmah Isra' Mi'raj


1. Membangun pribadi kita dengan cara mengerjakan sholat 5 waktu dengan khusyu'. Perintah sholat adalah wajib, karena sholat merupakan satu rangka pokok iman.
2. Motivasi untuk memiliki akhlak yang baik, akhlak yang baik adalah ukuran tinggi rendahnya derajat manusia disisi Allah SWT.
3. Menguatkan iman yang telah ada dan tertanam dalam hati kita.




Minggu, 29 Maret 2015

Usrah Ummu Habibah Ramlah, University Residence Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Untuk Pembina..
Untuk Senior Resident..
Untuk Assistent Senior Resident..
Dan untuk seluruh Resident Usrah Ummu Habibah Ramlah..





"Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan terletak pada manisnya ucapan dibibir. Tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam do'anya..". (Imam Al-Ghazali)

Jalinan ukhuwah diantara kita akan senantiasa ada dan terjaga, walaupun nantinya kita tidak lagi bersama. Ukhuwah fillah a'badan abada'..
:):):)


Sabtu, 28 Maret 2015

Kenapa Ukhti Tidak Berjilbab?


Jilbab bukan hanya sekedar kain biasa.
Jilbab bukan hanya sekedar hiasan semata.
Jilbab juga bukan hanya sekedar mode yang mengikuti arus modernisasi.
Tapi lebih, lebih dari semua itu ukhti..

Jilbab adalah penolong..
Jilbab adalah pelindung..
Jilbab adalah penyejuk qalbu..
Aurat seorang hawa adalah maruah seorang hawa.
Jilbab menjadi penolong kita, pengendali perbuatan kita ukhti.. 
Kita yang memakai jilbab semata-mata untuk beribadah dan mengikuti perintah-Nya tidak mungkin berani mendekati atau melakukan suatu perbuatan yang dapat mengundang murka sang Illahi.. Malu hati ini ukhti, malu jika tubuh kita dibalut oleh jilbab yang suci tetapi melakukan perbuatan yang hina..
            
Jilbab menjadi pelindung kita, pelindung kita dari godaan lelaki yang hanya sekedar ingin menebarkan puing-puing kehancuran..

Dan jilbab adalah penyejuk qalbu ukhti.. 
Memakai jilbab sebagai sebuah prinsip dan memakainya dengan penuh keikhlasan karena-Nya membuat hati kita selalu mendapatkan pancaran kesejukan.. 
Yang tentunya datang dari-Nya..
             
Ukhti..
Sahabat Ali bin Abi Thalib ra. menceritakan : Pada suatu hari aku bersama istriku, Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika itu kami dapatkan beliau sedang menangis. Maka kami beranikan diri bertanya kepada beliau : “Wahai ayah, apakah gerangan yang menyebabkan ayah     menangis?”. Nabi SAW menjawab : “Ketika aku dimi’rajkan ke langit, kepadaku diperlihatkan orang-orang yang disiksa begitu dahsyat. Setiap aku mengingatnya, aku selalu menangis sedih!”. Kami kemudian bertanya : “Ya Rasulullah, apakah yang kau lihat saat itu?”. Apakah ukhti semua tahu apa yang beliau lihat? Beliau melihat ragam nasib seorang hawa di yaumul akhir ukhti.. Salah satunya adalah seorang hawa yang digantung dengan rambutnya, sedangkan otak di dalam kepalanya bergolak mendidih. Itu semua disebabkan karena ia tidak mau menutup rambutnya di hadapan kaum adam.
             
Sudah jelas semua itu ukhti, apakah TIDAK ada rasa takut dalam diri ukhti?
Kenapa ukhti TIDAK berjilbab?