Jilbab bukan
hanya sekedar kain biasa.
Jilbab bukan hanya sekedar hiasan
semata.
Jilbab juga bukan hanya sekedar mode
yang mengikuti arus modernisasi.
Tapi lebih, lebih dari semua itu ukhti..
Jilbab adalah penolong..
Tapi lebih, lebih dari semua itu ukhti..
Jilbab adalah penolong..
Jilbab adalah pelindung..
Jilbab adalah penyejuk qalbu..
Aurat seorang hawa adalah maruah seorang hawa.
Aurat seorang hawa adalah maruah seorang hawa.
Jilbab menjadi penolong kita,
pengendali perbuatan kita ukhti..
Kita yang memakai jilbab semata-mata untuk beribadah dan mengikuti perintah-Nya tidak mungkin berani mendekati atau melakukan suatu perbuatan yang dapat mengundang murka sang Illahi.. Malu hati ini ukhti, malu jika tubuh kita dibalut oleh jilbab yang suci tetapi melakukan perbuatan yang hina..
Kita yang memakai jilbab semata-mata untuk beribadah dan mengikuti perintah-Nya tidak mungkin berani mendekati atau melakukan suatu perbuatan yang dapat mengundang murka sang Illahi.. Malu hati ini ukhti, malu jika tubuh kita dibalut oleh jilbab yang suci tetapi melakukan perbuatan yang hina..
Jilbab menjadi pelindung kita, pelindung kita dari godaan lelaki yang hanya sekedar ingin menebarkan puing-puing kehancuran..
Dan jilbab adalah penyejuk qalbu ukhti..
Memakai jilbab sebagai sebuah prinsip dan memakainya dengan penuh keikhlasan karena-Nya membuat hati kita selalu mendapatkan pancaran kesejukan..
Yang tentunya datang dari-Nya..
Ukhti..
Sahabat Ali bin Abi Thalib ra. menceritakan : Pada suatu hari aku bersama istriku, Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika itu kami dapatkan beliau sedang menangis. Maka kami beranikan diri bertanya kepada beliau : “Wahai ayah, apakah gerangan yang menyebabkan ayah menangis?”. Nabi SAW menjawab : “Ketika aku dimi’rajkan ke langit, kepadaku diperlihatkan orang-orang yang disiksa begitu dahsyat. Setiap aku mengingatnya, aku selalu menangis sedih!”. Kami kemudian bertanya : “Ya Rasulullah, apakah yang kau lihat saat itu?”. Apakah ukhti semua tahu apa yang beliau lihat? Beliau melihat ragam nasib seorang hawa di yaumul akhir ukhti.. Salah satunya adalah seorang hawa yang digantung dengan rambutnya, sedangkan otak di dalam kepalanya bergolak mendidih. Itu semua disebabkan karena ia tidak mau menutup rambutnya di hadapan kaum adam.
Sudah jelas semua itu ukhti, apakah TIDAK ada rasa takut dalam diri ukhti?
Kenapa ukhti TIDAK berjilbab?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar