"Ya Allah.. Perbaikilah agamaku sebagai tempat pengendali urusanku, perbaikilah duniaku sebagai tempat penghidupanku, perbaikilah akhiratku sebagai tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan bagiku sebagai kesempatan untuk menambah setiap amal kebaikanku, dan jadikanlah kematian bagiku sebagai kebebasan dari setiap kejahatan". (HR. Muslim)
Minggu, 11 Mei 2014
Kamis, 01 Mei 2014
Tanya Hati
Bintang..
Engkau selalu hadir menghiasi sang malam dengan pancaran terang dan keindahan..
Engkau selalu hadir menghiasi sang malam dengan pancaran terang dan keindahan..
Malampun menjadi lebih sempurna
dengan kehadiranmu..
Malampun menjadi lebih bermakna bagi hati yang menyimpan rapat rasa dan kerinduan..
Engkaulah saksi diatas segala saksi..
Sebuah kebisuan yang entah sampai kapan ia akan tetap membisu..
Karena ia tak pernah kuasa untuk berbicara..
Wahai sang Pemilik Hati..
Mengapa Engkau kirimkan sebuah rasa yang penuh dengan tanya?
Mengapa Engkau kirimkan sebuah rasa yang dihiasi oleh keikhlasan dan do’a..
Rencana indah apa yang telah Engkau persiapkan?
Alur semacam apakah yang harus ia tempuh untuk menemukan sebuah JAWABAN..
Malampun menjadi lebih bermakna bagi hati yang menyimpan rapat rasa dan kerinduan..
Engkaulah saksi diatas segala saksi..
Sebuah kebisuan yang entah sampai kapan ia akan tetap membisu..
Karena ia tak pernah kuasa untuk berbicara..
Wahai sang Pemilik Hati..
Mengapa Engkau kirimkan sebuah rasa yang penuh dengan tanya?
Mengapa Engkau kirimkan sebuah rasa yang dihiasi oleh keikhlasan dan do’a..
Rencana indah apa yang telah Engkau persiapkan?
Alur semacam apakah yang harus ia tempuh untuk menemukan sebuah JAWABAN..
Selasa, 22 April 2014
Ragam Nasib Wanita di Akhirat
Sahabat
Ali bin Abi Thalib ra. bercerita :
Pada suatu hari aku bersama istriku
Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika itu kami dapatkan beliau
sedang menangis. Maka kami memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau :
“Wahai ayah, apakah gerangan yang menyebabkan ayah menangis?”. Nabi SAW menjawab : “Ketika aku di mi’raj-kan ke langit,
kepadaku diperlihatkan orang-orang yang
disiksa begitu dahsyat. Setiap aku mengingatnya, aku selalu menangis sedih!”. Kami kemudian bertanya : “Ya Rasulullah, apakah yang kau
lihat saat itu?”. Beliau menjawab : “Saat itu, aku menyaksikan..”.
·
Perempuan
yang digantung dengan rambutnya, sedangkan otak di dalam kepalanya bergolak
mendidih.
·
Perempuan
yang digantung dengan lidahnya, kedua tangannya tersampir di punggung, dan pada
tenggorokannya dituangkan cairan panas dari neraka.
·
Perempuan
yang digantung pada buah dadanya, melingkar ke arah punggung, dan pada
tenggorokannya dituangkan cairan zakkun dari neraka.
·
Perempuan
yang digantung kedua kaki dan kedua tangannya, diikat menyatu pada ubun-ubun,
dan tubuhnya dibelit ular ganas serta binatang kala yang mengerikan.
·
Perempuan
yang di panggang diatas api menyala-nyala, sambil mengunyah-ngunyah tubuhnya
sendiri.
·
Perempuan
yang memotong-motong tubuhnya sendiri dengan beberapa gunting dari neraka.
·
Perempuan
berwajah hitam legam mengunyah-ngunyah ususnya sendiri.
·
Perempuan
tuli, buta, serta bisu dikerangkeng dalam peti membara. Lubang-lubang tubuhnya
mengucurkan darah busuk dan tubuhnya pun membusuk bagaikan diserang penyakit
kulit dan lepra ganas.
·
Perempuan
berkepala babi hutan dan bertubuh keledai, disiksa dengan beribu-ribu macam
siksaan.
·
Perempuan
bertubuh anjing, kemaluannya dimasuki kelabang beracun, lalu keluar lewat
anusnya, sambil dipukuli dengan palu yang membara.
Kemudian
berdirilah Fatimah seraya bertanya : “Wahai ayahku, mohon jelaskanlah kepadaku
tentang amal-amal para perempuan tersebut!”. Maka Rasulullah SAW pun
menjelaskan dalam sabdanya : “Wahai Fatimah putriku..”.
·
Perempuan
yang digantung dengan rambutnya, karena ia tidak mau menutup rambutnya di
hadapan kaum pria.
·
Perempuan
yang digantung dengan lidahnya, karena ia menyakiti hati suami dengan
ucapannya. Beliau melanjutkan sabdanya : “Tak
seorang perempuan pun menyakiti hati suami dengan mulutnya (ucapannya),
melainkan Allah akan memanjangkan lidahnya pada hari kiamat nanti hingga
sepanjang tujuh puluh dzira’. Kemudian mengikatnya dibelakang lehernya”.
·
Perempuan
yang digantung pada buah dadanya, dikarenakan ia berani menyusui anak orang
lain tanpa seizin suami.
·
Perempuan
yang digantung dengan kaki terikat adalah perempuan yang suka keluar rumah
tanpa seizin suami, dan tidak pernah mandi besar seusai haid atau nifas.
·
Perempuan
yang memakan tubuhnya sendiri adalah dia yang suka berhias untuk diperlihatkan
pada pria lain, serta suka menggunjing orang lain.
·
Perempuan
yang memotong-motong tubuhnya sendiri dengan gunting yang membara adalah dia
yang suka berdandan dan berlenggak-lenggok di depan khalayak ramai demi mencari
ketenaran, serta agar orang yang memandangnya menjadi jatuh hati.
·
Perempuan
yang diikat kedua kaki dan tangannya pada ubun-ubunnya dengan beberapa ular dan
binatang kala ganas melilit di sekujur tubuhnya adalah karena dia mampu
mengerjakan shalat dan mampu mengerjakan puasa, tetapi dia tidak pernah
berwudhu, tidak pernah shalat, dan tidak pernah berpuasa, serta tidak pernah mandi
jinabat.
·
Perempuan
berkepala babi hutan dan bertubuh keledai disebabkan dia suka mengadu domba dan
suka berbohong.
·
Perempuan
yang berbentuk anjing adalah dia yang suka memfitnah dan suka mengomel
dihadapan suami.
Jumat, 18 April 2014
Untukmu Akhi..
Untukmu Akhi..
Pena telah tergores, begitu banyak lembaran-lembaran cerita indah tentangmu..
Apakah aku mengenalimu?
Apakah aku pernah bertemu denganmu?
Atau bahkan mungkin, aku pernah dekat denganmu?
Pena telah tergores, begitu banyak lembaran-lembaran cerita indah tentangmu..
Apakah aku mengenalimu?
Apakah aku pernah bertemu denganmu?
Atau bahkan mungkin, aku pernah dekat denganmu?
Aku pun tak pernah tahu akan semua
itu akhi, karena itu adalah sebuah rahasia Illahi..
Wajahmu kini masih tertutup tabir,
engkau masih menjadi misteri dalam hidupku..
Cerita indah tentangmu, adalah
cerita indah tentang kerinduanku kepadamu..
Kerinduan yang tersimpan dalam
kesunyian..
Kerinduan yang hanya akan aku ungkap bersama taat dan baktiku jika kelak kita telah dipertemukan oleh-Nya..
Biarlah aku tetap menjagamu dalam do’a melalui-Nya, biarlah aku tetap menjagamu dalam setiap sujudku kepada-Nya..
Cari dan temukan aku dalam istikharahmu..
Kerinduan yang hanya akan aku ungkap bersama taat dan baktiku jika kelak kita telah dipertemukan oleh-Nya..
Biarlah aku tetap menjagamu dalam do’a melalui-Nya, biarlah aku tetap menjagamu dalam setiap sujudku kepada-Nya..
Cari dan temukan aku dalam istikharahmu..
Kumpulan Hadis
Hadis Tentang Taat
Kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang taat kepadaku, maka sungguh ia
telah taat kepada Allah. Dan barang siapa yang durhaka kepadaku, maka sungguh
ia telah durhaka kepada Allah. Barang siapa yang taat kepada pemimpin, maka
sungguh ia telah taat kepadaku. Dan barang siapa yang durhaka kepada pemimpin,
maka sungguh ia telah durhaka kepadaku”. (HR. Bukhari Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Setiap umatku masuk surga, kecuali yang tidak mau.
Mereka bertanya : “Ya Rasulullah, siapa yang tidak mau?” Beliau menjawab :
“Barang siapa yang taat kepadaku berarti ia masuk surga, dan barang siapa yang
durhaka kepadaku berarti ia tidak mau”. (HR. Bukhari Muslim)
Hadis Tentang
Kebesaran dan Kekuasaan Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda :
“Berfikirlah tentang ciptaan (makhluk) Allah, dan jangan berfikir tentang Dzat
Allah”. (HR. Ibnu Majah)
Hadis Tentang
Kewajiban Bersyukur, Ujian dan Cobaan
Dari Nu’man bin al-Basyir
berkata, Rasulullah SAW bersabda diatas mimbar : “Barang siapa yang tidak
bersyukur yang sedikit, maka tidak bersyukur yang banyak. Dan barang siapa yang
tidak bersyukur kepada manusia, maka tidak bersyukur kepada Allah. Memberitakan
nikmat Allah adalah syukur, dan meninggalkannya adalah kufur. Berjama’ah adalah
rahmat, dan perpecahan adalah adzab”. (HR. Ahmad)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Perkara orang mukmin itu mengagumkan, sesungguhnya
semua perkaranya adalah baik. Dan itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali
orang yang beriman. Apabila diberi kesenangan, maka ia bersyukur. Dan bersyukur
itu adalah baik baginya. Apabila ditimpa musibah, maka ia bersabar. Dan
bersabar itu adalah baik baginya”. (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Pandanglah orang-orang yang berada dibawahmu dalam
masalah harta dan dunia, dan jangan engkau pandang orang-orang yang berada
diatasmu dalam masalah tersebut. Dengan demikian, hal itu membuatmu tidak akan
pernah meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu”. (HR. Bukhari)
Hadis Tentang Pola
Hidup Sederhana dan Perintah Menyantuni Kaum Dhu’afa
Dari
Mi’dam bin Ma’di Karim bercerita, aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda
: “Manusia tidak memenuhi wadah yang buruk melebihi perut, cukup bagi manusia
beberapa suapan untuk menegakkan tulang punggungnya. Apabila tidak bisa, cukup
1/3 untuk minumnya, 1/3 untuk makannya, dan 1/3 untuk nafasnya”. (HR. Tirmidzi)
Hadis Tentang Berlaku
Adil dan Jujur
Dari Abdullah bin Umar
bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang-orang yang adil
disisi Allah, tempatnya adalah berada diatas beberapa mimbar yang berada
disebelah kanan Allah. Mimbarnya adalah mimbar yang terbuat dari cahaya.
Diberikan bagi orang-orang yang adil dalam hukum, keluarga, dan kekuasaanya”.
(HR. Muslim dan Nasa’i)
Dari Abdillah ra. bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya kebenaran itu akan membawa kepada
kebaikan, dan kebaikan akan membawa ke dalam surga. Barang siapa yang selalu
berkata benar, maka ia akan ditulis sebagai orang yang ahli benar. Sesungguhnya
dusta itu akan membawa kepada kecurangan, dan kecurangan akan membawa ke dalam
neraka. Barang siapa yang selalu berkata dusta, maka ia akan ditulis sebagai
pendusta”. (HR. Bukhari Muslim)
Hadis Tentang Berlaku
Adil dan Jujur
Dari Abu Sa’id ra. al-Khudri
berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa diantara kalian yang melihat
kemungkaran, maka hendaklah merubah dengan tangannya (kekuasaanya). Apabila
tidak bisa maka merubah dengan lisannya. Dan apabila tidak bisa maka merubah
dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. (HR.
Muslim)
Hadis Tentang Kewajiban
Berdakwah
Dari Abdullah ibn Amr ibn Ash ra.
berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sampaikanlah dariku walau hanya satu
ayat. Dan berbincanglah mengenai kebenaran dengan Bani Israel, karena hal itu
tidak dilarang. Dan barang siapa yang dengan sengaja mendustakan ajaranku, maka
niscaya tempatnya adalah neraka”. (HR. Bukhari)
Hadis Tentang Kewajiban
Manusia Terhadap Keluarga dan Masyarakat
Dari Abdullah bin Umar bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Setiap kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai
pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin, dan akan
dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin
di dalam keluarganya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangganya, dan akan
dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pembantu adalah
pemimpin di dalam harta majikannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya”. (HR. Bukhari)
Hadis Tentang Pemanfaatan
Kekayaan Alam
Seorang laki-laki dari sahabat
berkata, saya berperang bersama Nabi SAW. Dan saya mendengar beliau bersabda :
“Manusia itu berserikat kepada tiga hal. Yaitu rumput, air, dan api”. (HR.
Ahmad dan Abu Daud)
Hadis Tentang Menyelesaikan
Masalah
Dari Ummu Kultsum binti Uqbah
bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah pendusta orang yang
mendamaikan antara manusia, ia berkata baik, dan menyampaikan kebaikan”.
(Muttafaqu Alaihi)
Hadis Tentang Potensi
Ilmu
Dari Abi Darda’ berkata, aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan
untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan satu jalan ke surga. Sesungguhnya
malaikat meletakkan sayapnya karena ridho terhadap pencari ilmu, dan
sesungguhnya orang alim itu dimohonkan pengampunan oleh makhluk di langit dan
dibumi. Keutamaan orang alim terhadap ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan
terhadap sekalian bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi, dan
sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sesungguhnya mereka
hanya mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, berarti telah mengambil
bagian yang sempurna”. (HR. Tirmidzi)
Hadis Tentang Amalan
Orang Terpuji
Dari Anas ra. bahwasannya
Rasulullah SAW bersabda : “Jika Allah menguji seorang hamba yang muslim dengan
suatu ujian pada fisiknya, Allah perintah kepada malaikat : “Tulislah amal
sholehnya yang dulu ia amalkan”. Jika Allah menyembuhkannya, maka ia membasuh
dan mensucikannya. Dan jika Allah mencabutnya (wafat), maka Allah mengampuni
dan merahmatinya”. (HR. Ahmad)
Hadis Tentang Sabar
Terhadap Ujian
Dari Anas bin Malik ra. berkata, aku
pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT berfirman :
“Ketika aku menguji hamba-Ku dengan kedua anggota yang dicintainya kemudian ia
bersabar, maka Aku ganti ia dengan surga”. Beliau menghendaki kedua anggota
yang dicintai itu adalah kedua mata”. (HR. Bukhari)
Metode Dakwah
- Dakwah bil Lisan :
Metode
dakwah dengan menggunakan lisan (pembicaraan).
- Dakwah bil Qolam :
Metode
dakwah dengan menggunakan tulisan.
- Dakwah bil Nikah :
Metode
dakwah dengan melalui pernikahan.
- Dakwah bil Khal :
Metode
dakwah dengan perbuatan.
- Dakwah bil Maal :
Metode
dakwah dengan menggunakan harta.
- Dakwah bil Hikmah :
Metode
dakwah dengan melalui pendidikan, dengan melalui pesan-pesan dakwah.
- Dakwah bil Rikhlah :
Metode
dakwah dengan melalui perjalanan.
- Dakwah bil Qalbi :
Metode
dakwah dengan ingkar dan tidak ridho pada kemungkaran.
Langganan:
Postingan (Atom)

