Senin, 23 Desember 2013

Dalam Diam, Aku Mencintaimu karena-Nya..

Sebuah mendung terkadang tidak selalu menghadirkan air hujan.
Sebuah pelangi juga terkadang tidak selalu muncul setelah hujan.
Dan sebuah air mata terkadang tidak selalu diiringi oleh kekecewaan.
Tapi rasa ini..
Rasa ini selalu hadir dan selalu muncul dalam getar-getir lembaran memori kehidupanku.
Dan rasa ini pula yang memaksaku untuk selalu meneteskan air mata bahagia.
Bahagia karena aku dapat menjagamu dalam do’a..
Bahagia karena aku dapat mencintaimu dalam DIAM..
Karena dalam sebuah bungkusan yang bernama DIAM itu, aku dapat mencintaimu karena-Nya.
Siapa yang tahu akan sebuah cinta?
Cinta itu BUKAN bagaimana kita memiliki, dan BUKAN pula bagaimana jika kita tidak memiliki. Cinta juga BUKAN bagaimana ia mengetahui, dan BUKAN pula bagaimana jika ia tidak mengetahui.
Tapi cinta itu adalah kita.. 
Kita yang selalu mampu mencintainya, walaupun kita tidak memiliki dan ia tidak tahu bahwa kita mencintainya..

Tetaplah Berhusnudzan kepada-Nya Ukhti :)

Menangislah ukhti..
Menangislah jika itu yang membuat ukhti lega.
Menangislah jika itu yang membuat ukhti tenang.
Walaupun orang lain tidak tahu dan tidak mau tahu betapa kejamnya dunia ini ukhti..
Teruslah menangis jika hanya sebuah air mata yang mampu menghidupkan kembali lentera hati ukhti yang telah terlanjur padam.

Pada masa lalu aku pernah berada di posisi ukhti..
Posisi yang aku sendiri sangat sulit untuk melawannya dan sangat sulit mencoba untuk bangkit darinya..

FITNAH..
Sebuah FITNAH yang sangat kejam, sebuah FITNAH yang mungkin perlahan membunuh kita ukhti..
Dimana membuat orang lain acuh tak acuh kepada kita, membuat orang lain tidak memperdulikan kita, dan membuat orang lain sudah tidak lagi mempercayai kita. Bahkan mungkin orang lain sudah tidak menganggap kita ukhti..

Tetapi kita masih punya Allah SWT :)
Kita masih dicinta dan disayang oleh-Nya.
Kita masih dijaga dan dilindungi oleh-Nya.
Kita masih dan akan terus bersama-Nya ukhti..
             
           Bukankah Allah SWT telah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan di akhirat. Dan bagi mereka azab yang besar“. (Q.S An-Nur : 23)
             
Janganlah takut jika hanya dibenci oleh orang lain ukhti, tetapi takutlah jika dibenci oleh Allah SWT.
Di saat orang lain membenci kita, Allah SWT memuji kita..
Di saat orang lain mencemooh kita, Allah SWT menyinari kita dengan cahaya-Nya..
Dan di saat orang lain meredahkan kita, Allah SWT menaikkan derajat kita ukhti..
Inilah cara sang Maha Pencipta menguji iman kita ukhti, hingga akhirnya kita mampu melewati semua ujian dari-Nya..
Tetaplah berhusnudzan kepada-Nya ukhti..
Karena dibalik kejamnya dunia, terdapat sebuah keindahan surga..

Kamis, 28 November 2013

Sekeliling Kita adalah Potret Kehidupan Kita yang Samar

        Seseorang jika ingin mengetahui tentang kita pasti hal pertama yang selalu dilakukan adalah bertanya kepada orang lain. Ibarat dua buah cermin.. Cermin di depan kita, dan cermin di belakang kita.. Jika di depan kita ada sebuah cermin, kita memang bisa melihat wajah kita. Tetapi apakah kita bisa melihat punggung kita? TIDAK! Jika kita ingin bisa melihat punggung kita, maka kita membutuhkan satu buah cermin lagi yang berada tepat di belakang kita. Dengan begitu kita akan bisa melihat wajah kita sekaligus melihat punggung kita, karena kita mempunyai dua buah cermin. Seseorang tidak hanya akan melihat dari satu cermin tentang kita, tetapi pasti akan melihat dua atau banyak cermin tentang kita melalui orang lain..

Jumat, 01 November 2013

Dewasa bukan Kita, tapi Kita-lah yang Dewasa!

         Di bangku yang tua dan terlihat kusam itu, kita mulai bersiul dan akhirnya kita berkecap. Mulai mencoba untuk saling bertukar sebuah argument, untuk saling berbagi sebuah rasa. Rasa yang mungkin telah terpendam dalam kobangan sebuah karang peradaban, rasa yang sedari dulu telah menggebu-gebu karena menyaksikan sebuah peristiwa yang tokoh dan perannya diliputi dan dipenuhi dengan keangkuhan! KEDEWASAAN.. Itu bukan hanya sekedar sebuah rangkaian kalimat KE-DE-WA-SA-AN. Bukan! Tetapi lebih dari sekedar itu.. Bermuaralah pada sebuah kebahagiaan, karena kita telah dijauhkan dari kehidupan yang penuh dengan glamour. Karena kita tidak terjerumus dalam sebuah lembah kenistaan. Bersyukurlah karena kita telah diberikan sebuah kehidupan yang dapat menghantarkan kita dalam menuju jembatan kedewasaan..

Jumat, 25 Oktober 2013

Jemputlah Jodoh Ukhti dalam Do'a :)

Ukhti..

Memang tidak mudah berdiri dan bertahan dengan sebuah prinsip mulia di dunia yang telah melambung tinggi modern dan dunia yang semakin tua renta ini. Banyaknya cobaan dan godaan terkadang membuat ukhti terayun-ayun dalam muara kebimbangan dan kegelisahan. Terkadang muncul secara spontan perasaan iri dengan mereka yang selalu menceritakan semua kebahagiaan dirinya ketika bersama dengan kekasihnya. Ukhti pasti juga ingin merasakan disayang dan dicinta, ukhti juga pasti ingin dijaga. Dan bahkan ukhti pasti juga ingin menceritakan kepada mereka tentang kebahagiaan ukhti bersama sosok seorang insan yang ukhti sayang dan cintai karena-Nya.

Tetapi waktu..
Waktu yang terkadang membuat ukhti seakan-akan tidak bisa bertahan, waktu yang tidak akan pernah ukhti ketahui sampai kapan ukhti harus bersabar dalam menunggu sosok seorang insan yang akan menyayangi, mencintai, dan menjaga ukhti.

La tahzan ukhti :)
Mungkin sosok seorang insan itu belum di izinkan dan belum di ridhoi oleh Allah SWT untuk menyayangi, mencintai, dan menjaga ukhti. Karena apa? Karena Allah SWT ingin agar ukhti benar-benar bisa menyayangi dan mencintai-Nya terlebih dahulu. Karena Allah SWT masih ingin terus menjaga ukhti. Mungkin Allah SWT merasa khawatir jika ukhti sekarang diberikan sosok seorang insan yang ukhti harapkan, ukhti akan berpaling dari-Nya dan ukhti akan lebih menyayangi dan mencintai sosok seorang insan tersebut.

Yakinlah ukhti..
Jika rasa sayang dan rasa cinta ukhti kepada-Nya telah mendarah daging dan tidak akan pernah ada bekasnya di hati ukhti, pasti Ia akan segera menyiapkan dan memberikan sebuah kado istimewa untuk ukhti. Yaitu sosok seorang insan yang sholeh.. Yang akan mampu menyayangi, mencintai, dan menjaga ukhti.

Percayalah ukhti..
Bahwa hidup, rezeki, jodoh, dan mati itu telah diatur dan ditata dengan penuh kerapian oleh-Nya. Jangan pernah berhenti berdo’a, jangan pernah berhenti merintih kepada-Nya. Karena sebuah do’a yang akan menghantarkan ukhti bertemu dengannya, jemputlah ia dalam do’a ukhti..

Jika ukhti telah mendapatkan apa yang ukhti harapkan, semoga itu akan dapat menambah besar rasa sayang dan rasa cinta ukhti kepada-Nya.
Dan ingat ukhti..
Sayangi dan cintailah ia karena Allah SWT, agar kelak dinaungi oleh-Nya dari terik matahari di yaumul hasyr..