Senin, 23 Desember 2013

Dalam Diam, Aku Mencintaimu karena-Nya..

Sebuah mendung terkadang tidak selalu menghadirkan air hujan.
Sebuah pelangi juga terkadang tidak selalu muncul setelah hujan.
Dan sebuah air mata terkadang tidak selalu diiringi oleh kekecewaan.
Tapi rasa ini..
Rasa ini selalu hadir dan selalu muncul dalam getar-getir lembaran memori kehidupanku.
Dan rasa ini pula yang memaksaku untuk selalu meneteskan air mata bahagia.
Bahagia karena aku dapat menjagamu dalam do’a..
Bahagia karena aku dapat mencintaimu dalam DIAM..
Karena dalam sebuah bungkusan yang bernama DIAM itu, aku dapat mencintaimu karena-Nya.
Siapa yang tahu akan sebuah cinta?
Cinta itu BUKAN bagaimana kita memiliki, dan BUKAN pula bagaimana jika kita tidak memiliki. Cinta juga BUKAN bagaimana ia mengetahui, dan BUKAN pula bagaimana jika ia tidak mengetahui.
Tapi cinta itu adalah kita.. 
Kita yang selalu mampu mencintainya, walaupun kita tidak memiliki dan ia tidak tahu bahwa kita mencintainya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar