Demi ketaatanku kepada-Mu, dan demi kemuliaan yang telah Kau janjikan dalam segala firman-Mu, kuikhlaskan hati ini sepenuhnya hanya berlabuh kepada muara kasih dan ridho-Mu..
Ya Allah..
Langit malam ini yang dihiasi oleh sejuta lentera sinar cahaya ketenangan dan kedamaian..
Lihatlah..
Di ujung belahan bumi yang Kau cipta dengan segala keindahan yang datang dari-Mu, seorang insan mulia sedang berjalan tertatih menuju mahligai keridhoan-Mu serta menuju luasnya lautan mahabbah dari-Mu..
Hamparan sajadah yang ia bentangkan adalah teman sejati yang senantiasa menemaninya dalam setiap bait do'a dan beribu untaian dzikir yang ia lantunkan dalam kenikmatannya beribadah kepada-Mu..
Ya Rabb..
Tuntunlah hatinya agar ia senantiasa haus akan kedekatan kepada-Mu..
Bimbinglah akhlaknya agar ia mampu menjadi seorang insan yang insya Allah di rindu surga..
"Ya Allah.. Perbaikilah agamaku sebagai tempat pengendali urusanku, perbaikilah duniaku sebagai tempat penghidupanku, perbaikilah akhiratku sebagai tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan bagiku sebagai kesempatan untuk menambah setiap amal kebaikanku, dan jadikanlah kematian bagiku sebagai kebebasan dari setiap kejahatan". (HR. Muslim)
Senin, 30 Maret 2015
Sekilas Mengenai Peristiwa Isra' Mi'raj dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya
Peristiwa Isra' Mi'raj
Isra' adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW di waktu malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) sampai Masjidil Aqsa (Palestina). Kebanyakan ulama berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi bertepatan dengan malam 27 Rajab (1 tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW).
Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa (Palestina) sampai ke Sidratul Muntaha (pohon Bidara tempat berkesudahan). Tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia, tempat ini adalah tempat diputuskannya segala urusan. Mi'raj merupakan kelanjutan dari Isra', yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam.
Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW terjadi pada tahun ke 12 dari ke-Rasul-an beliau (1 tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW). Lebih tepatnya pada tahun 622 M. Peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat berharga bagi umat Islam, karena dengan adanya Isra' Mi'raj inilah sholat 5 waktu diwajibkan bagi umat Islam.
Hikmah Isra' Mi'raj
1. Membangun pribadi kita dengan cara mengerjakan sholat 5 waktu dengan khusyu'. Perintah sholat adalah wajib, karena sholat merupakan satu rangka pokok iman.
2. Motivasi untuk memiliki akhlak yang baik, akhlak yang baik adalah ukuran tinggi rendahnya derajat manusia disisi Allah SWT.
3. Menguatkan iman yang telah ada dan tertanam dalam hati kita.
Minggu, 29 Maret 2015
Usrah Ummu Habibah Ramlah, University Residence Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Untuk Pembina..
Untuk Senior Resident..
Untuk Assistent Senior Resident..
Dan untuk seluruh Resident Usrah Ummu Habibah Ramlah..
"Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan terletak pada manisnya ucapan dibibir. Tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya didalam do'anya..". (Imam Al-Ghazali)
Jalinan ukhuwah diantara kita akan senantiasa ada dan terjaga, walaupun nantinya kita tidak lagi bersama. Ukhuwah fillah a'badan abada'..
:):):)
Untuk Senior Resident..
Untuk Assistent Senior Resident..
Dan untuk seluruh Resident Usrah Ummu Habibah Ramlah..
Jalinan ukhuwah diantara kita akan senantiasa ada dan terjaga, walaupun nantinya kita tidak lagi bersama. Ukhuwah fillah a'badan abada'..
:):):)
Sabtu, 28 Maret 2015
Kenapa Ukhti Tidak Berjilbab?
Jilbab bukan
hanya sekedar kain biasa.
Jilbab bukan hanya sekedar hiasan
semata.
Jilbab juga bukan hanya sekedar mode
yang mengikuti arus modernisasi.
Tapi lebih, lebih dari semua itu ukhti..
Jilbab adalah penolong..
Tapi lebih, lebih dari semua itu ukhti..
Jilbab adalah penolong..
Jilbab adalah pelindung..
Jilbab adalah penyejuk qalbu..
Aurat seorang hawa adalah maruah seorang hawa.
Aurat seorang hawa adalah maruah seorang hawa.
Jilbab menjadi penolong kita,
pengendali perbuatan kita ukhti..
Kita yang memakai jilbab semata-mata untuk beribadah dan mengikuti perintah-Nya tidak mungkin berani mendekati atau melakukan suatu perbuatan yang dapat mengundang murka sang Illahi.. Malu hati ini ukhti, malu jika tubuh kita dibalut oleh jilbab yang suci tetapi melakukan perbuatan yang hina..
Kita yang memakai jilbab semata-mata untuk beribadah dan mengikuti perintah-Nya tidak mungkin berani mendekati atau melakukan suatu perbuatan yang dapat mengundang murka sang Illahi.. Malu hati ini ukhti, malu jika tubuh kita dibalut oleh jilbab yang suci tetapi melakukan perbuatan yang hina..
Jilbab menjadi pelindung kita, pelindung kita dari godaan lelaki yang hanya sekedar ingin menebarkan puing-puing kehancuran..
Dan jilbab adalah penyejuk qalbu ukhti..
Memakai jilbab sebagai sebuah prinsip dan memakainya dengan penuh keikhlasan karena-Nya membuat hati kita selalu mendapatkan pancaran kesejukan..
Yang tentunya datang dari-Nya..
Ukhti..
Sahabat Ali bin Abi Thalib ra. menceritakan : Pada suatu hari aku bersama istriku, Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika itu kami dapatkan beliau sedang menangis. Maka kami beranikan diri bertanya kepada beliau : “Wahai ayah, apakah gerangan yang menyebabkan ayah menangis?”. Nabi SAW menjawab : “Ketika aku dimi’rajkan ke langit, kepadaku diperlihatkan orang-orang yang disiksa begitu dahsyat. Setiap aku mengingatnya, aku selalu menangis sedih!”. Kami kemudian bertanya : “Ya Rasulullah, apakah yang kau lihat saat itu?”. Apakah ukhti semua tahu apa yang beliau lihat? Beliau melihat ragam nasib seorang hawa di yaumul akhir ukhti.. Salah satunya adalah seorang hawa yang digantung dengan rambutnya, sedangkan otak di dalam kepalanya bergolak mendidih. Itu semua disebabkan karena ia tidak mau menutup rambutnya di hadapan kaum adam.
Sudah jelas semua itu ukhti, apakah TIDAK ada rasa takut dalam diri ukhti?
Kenapa ukhti TIDAK berjilbab?
Langganan:
Postingan (Atom)

