Jumat, 03 April 2015

Lirik Nasyid

DO'A QALBU

Munsyid : Fika


Di malam penuh bintang, diatas sajadah yang ku bentang.
Sedu sedan sendiri, mengadu pada Yang Maha Kuasa.
Betapa na'if diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu.
Urat nadi pun tahu aku hampa..

Di malam penuh bintang, dibawah sinar bulan purnama.
Ku pasrahkan semua, keluh dan kesah yang aku rasa.
Sesak dadaku, menangis pilu, saat ku urai dosa-dosaku.
Dihadapan-Mu ku tiada artinya..

Do'a qalbu tak bisa aku bendung.
Deras bak hujan di gunung Sahara.
Hatiku yang gersang, terasa.. Oh tenteram..

Hanya Engkau yang tahu siapa aku.
Tetapkanlah seperti malam ini.
Sucikan diriku, selama-lamanya..

Di malam penuh bintang, diatas sajadah yang ku bentang.
Sedu sedan sendiri, mengadu pada Yang Maha Kuasa.
Betapa na'if diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu.
Urat nadi pun tahu aku hampa..

Do'a qalbu tak bisa aku bendung.
Deras bak hujan di gunung Sahara.
Hatiku yang gersang, terasa.. Oh tenteram..

Hanya Engkau yang tahu siapa aku.
Tetapkanlah seperti malam ini.
Sucikan diriku, selama-lamanya..

Do'a qalbu..


 ISTIKHARAH CINTA

Munsyid : Sigma


Bersaksi cinta diatas cinta.
Dalam alunan tasbihku ini.
Menerka hati yang tersembunyi.
Berteman di malam sunyi penuh do'a..

Sebut nama-Mu terukir merdu.
Tertulis dalam sajadah cinta.
Tetapkan pilihan sebagai teman.
Kekal abadi hingga akhir zaman..

Istikharah cinta memanggilku.
Memohon petunjuk-Mu.
Satu nama teman setia.
Naluriku berkata..

Di penantian luahan rasa.
Teguh satu pilihan.
Pemenuh separuh nafasku.
Dalam mahabbah rindu..

Bersaksi cinta diatas cinta.
Dalam alunan tasbihku ini.
Menerka hati yang tersembunyi.
Berteman di malam sunyi penuh do'a..

Sebut nama-Mu terukir merdu.
Tertulis dalam sajadah cinta.
Tetapkan pilihan sebagai teman.
Kekal abadi hingga akhir zaman..

Istikharah cinta memanggilku.
Memohon petunjuk-Mu.
Satu nama teman setia.
Naluriku berkata..

Di penantian luahan rasa.
Teguh satu pilihan.
Pemenuh separuh nafasku.
Dalam mahabbah rindu..

Di istikharah cinta..


 NANTIKANKU DIBATAS WAKTU

Munsyid : Edcoustic


Di kedalaman hatiku, tersembunyi harapan yang suci.
Tak perlu engkau menyaksikan.
Lewat kesholihanmu yang terukir menghiasi dirimu.
Tak perlu dengan kata-kata..

Sungguh walau ku keluh, tuk mengungkapkan perasaanku.
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan.
Kalau memang kau pilihkan aku.
Tunggu sampai aku datang nanti.
Ku bawa kau pergi ke surga abadi..

Kini belumlah saatnya, aku membalas cintamu.
Nantikanku dibatas waktu..

Lewat kesholihanmu yang terukir menghiasi dirimu.
Tak perlu dengan kata-kata..

Sungguh walau ku keluh, tuk mengungkapkan perasaanku.
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan.
Kalau memang kau pilihkan aku.
Tunggu sampai aku datang nanti.
Ku bawa kau pergi ke surga abadi..

Kini belumlah saatnya, aku membalas cintamu.
Nantikanku dibatas waktu..

Nantikanku dibatas waktu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar